Posted by: difershindo | October 6, 2008

Wimax Versus HSDPA

Generated image


Secara teoritis, range jarak akses WiMAX (Worldwide interoperability for Microwave Access) dapat mencapai 30 km (sama dengan range untuk GSM) dengan kecepatan bandwith 75 Mbit/s. Semakin jauh terminal dari base station, semakin lemah sinyal dari WiMAX. Jadi sinyal dengan rasio 3,5GHz akan jauh lebih cepat daripada GSM. Sementara untuk HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) memiliki kecepatan maksimum 14,4 Mbit/s dalam jarak kurang dari 1 km dari base station. Dalam jarak 6 km, aliran data akan drop ke kecepatan 1 Mbit/s.

HSDPA memiliki beberapa prinsip yakni jika user tidak mendapat bandwith yang lebih tinggi, teknologi HSDPA masih dapat menggunakan layanan transmisi data, namun dengan bandwith yang lebih rendah (pada level WCDMA atau GPRS/EDGE), HSDPA hanya mampu mengirim transmisi data dalam hitungan dosin kilobit per second (Kbps).

Jumlah user. Teknologi HSDPA dapat digunakan untuk banyak user secara bersama-sama, sementara WiMAX paling bagus penggunaannya dalan jumlah yang terbatas, atau dalam ratusan terminal. Terlebih lagi terdapat masalah serius yang terjadi pada WiMAX dalam jaringan corporate, ketika angka user semakin bertambah. Jika semua user tiba-tiba memutuskan untuk download file besar dari Internet, hal tersebut akan berimbas pada aliran data. Namun, dalam kasus HSDPA (fitur ini adalah turunan dari CDMA) untuk kasus tersebut, semua user akan mendapat aliran data yang lambat, sedangkan pada WiMAX router dalam situasi yang sama, kemungkinan akan gagal untuk menanganinya.

Bandwith. Bandwith WiMAX dan HSDPA memiliki lebar yang sama dari base station. WiMAX tidak memiliki banyak range frekuensi, namun WiMAX memilik banyak cara untuk mengembangkannya yakni dengan membentuk range baru dari 10GHz ke 66GHz, skema modulasi baru dan MIMO (Multiple-Input-Multiple Output). Sedangkan HSDPA, yang merupakan pengembangan dari WCDMA, mampu mengatasinya untuk masalah efisiensi.

Multimedia. Kedua teknologi memiliki kapasitas yang sama untuk transmitting data multimedia. WiMAX dan HSDPA memiliki prioritas QoS dan trafik. Pilihan antara kedua komunikasi data, baik dalam WCDMA/HSDPA atau VOIP/WiMAX adalah hal yang teknis, namun dalam segi ekonomi, trafik WiMAX lebih murah daripada HSDPA.

Keamanan. HSDPA tidak menyediakan fungsi keamanan tambahan. Autentikasi user dilakukan dari SIM card (atau RUIM). Data masing-masing user akan dikodekan secara berbeda menurut standard CDMA, dan bekerja jauh lebih baik daripada algoritma kriptografi, kecuali jika ada penyusup yang masuk ke base station atau suatu ketika penyusup tersebut mendapatkan kode channel (seperti agen khusus). Sementara WiMAX telah support dengan algortima kriptografi modern (contohnya AES dengan kunci 1024 bit). WiMAX akan menyenangkan user yang ingin menyimpan kerahasiaan datanya, namun kerahasiaan data user tersebut tidak bertahan lama, seperti perumpamaan tidak ada keamanan yang tidak bisa dijebol.

Singapore Fasilitasi Pelabuhannya dengan Wimax di laut

Sekarang, setiap kapal yang sedang berlabuh di Singapore dapat menggunakan WiMax untuk melakukan koneksi dengan Internet via satelit.

Proyek ini telah berjalan hampir 70%, jaringan WiMax di perairan Singapore akan menjangkau kawasan seluas 15 kilometer dari lepas pantai , yang meliputi garis pantai sebelah selatan dan pelabuhan Singapore yang merupakan pelabuhan paling sibuk di dunia dengan 140,000 kapal yang berlabuh tiap hari. Proyek pemerintah ini diberi nama “WisePort” yang bekerjasama dengan operator local yaitu QMax Communications dan menggunakan WiMax versi yang sama dengan WiMax yang digunakan Korea Selatan yang bernama WiBro dengan penggunaan lebar spektrum 2.3Ghz

Sebagai bagian dari peluncuran Intel Centrino 2 untuk laptop di Singapore, perusahaan pembuat processor ini menyewa sebuah kapal pesiar yang bernama Sardinia untuk membawa reporter teknologi lokal, ahli analisis dan beberapa orang blogger untuk memberikan mereka kesempatan untuk mencoba jaringan WisePort.

Beberapa orang reporter mencoba jaringan WiMax tersebut dengan menggunakan sejumlah laptop berbasis Centrino 2 yang disediakan oleh Intel. Demonstrasi dari WisePort tersebut tidak memberikan tawaran bagi pihak Intel untuk mencoba WiMax chipset terbaru mereka yang ditanam pada laptop berbasis Centrino 2 yang akan dijual terbatas di kawasan Amerika akhir tahun ini. Chipset dengan bernama “Echo Peak”, yang mendukung WiMax versi 2.5Ghz dan bukan WiMax versi 2.3GHz yang digunakan pada WisePort. Untuk permasalahan tersebut para tester dari WisePort menggunakan laptop Centrino 2 yang ditambahkan WiMax dongle Flyvo.

Akses WisePort mempunyai kecepatan 512 Kbps. Service ini akan dipasang pada ruang kendali kapal dengan biaya S$104 (dollar Singapore) untuk mengaktifkan satu modem WiMax, dan layanan akses gratis selama satu tahun, ungkap agen penjualan dari QMax. Setelah satu tahun, akan dikenakan biaya layanan akses sebesar S$100 per bulan. Beberapa perusahaan menggunakan jaringan WiMax sebagai penyokong bisnis. Untuk contohnya terlihat pada WisePort ini ungkap Alex Tan, Direktur dari Qala yang merupakan induk perusahaan QMax. Para pengguna kapal dapat menggunakan jaringan WiMax untuk men-download update dan mengkoreksi peta navigasi mereka, dimana dengan menggunakan WiMax biayanya lebih murah daripada menggunakan service Internet satelit. “Para pelaut menyukai ini, karena mereka dapat menggunakan Skype kapan pun mereka mau di pelabuhan”, lanjut Tan. Skype merupakan layanan telepon gratis yang menggunakan akses Internet.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: