Posted by: difershindo | October 17, 2008

LTE vs WiMAX, Siapa yang Lebih Unggul?

Kehadiran LTE di ranah teknologi membuat ‘panas’ persaingan pasar telekomunikasi. Pasalnya, ada WiMAX yang lebih dulu bergaung dengan menjanjikan sejumlah kehebatan.

WiMAX yang merupakan kependekan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access merupakan penggeser kedudukan WiFi yang kini mulai terasa ‘basi’ karena dibatasi dengan radius area yang relatif kecil, yaitu sekitar 4 hingga 6 mil. Berbeda jauh dibanding WiMAX yang lebih menjangkau luas hingga radius 30 mil.

Melalui jaringan antenna yang lebih kuat, stasiun transmisi WiMAX mampu mengirimkan data dalam cakupan wilayah 9300 km persegi dengan kecepatan 70 megabyte per detik.

Sedangkan Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi berstandar 3GPP (Third Generation Partnership Project) Release 8 dan juga merupakan evolusi teknologi 1xEV-DO sebagai bagian dari roadmap standar 3GPP2.

Dengan spesifikasi itu, LTE dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, biaya operasional yang lebih murah bagi operator, serta layanan mobile broadband kualitas tinggi untuk pengguna.

LTE juga menawarkan fleksibilitas dalam hal spektrum. LTE dapat beroperasi pada standar IMT-2000 (450, 850, 1800, 1900, 2100 MHz) maupun pada pita spektrum baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

Alokasi pita lebar yang sangat fleksibel, mulai dari 1,4,3,5,10,15 hingga 20 MHz ini membuat LTE bisa masuk di daerah rural, tak hanya di hot zone atau daerah metropolis.

Menilik masing-masing kehebatan, diramalkan LTE dan WiMAX akan bersaing keras untuk menjadi unggulan.

Namun hal itu dirasa tak perlu terjadi menurut Iman Hirawadi, Senior Manager Technical Business Development Wireless Networks Alcatel-Lucent Indonesia, dalam keterangannya semalam Jumat (12/9/2008) di Penang Bistro Restoran, Jakarta.

“Dilihat dari segi desain, LTE dan WiMAX datang dari market yang berbeda, sehingga kedua teknologi ini bisa berjalan bersamaan,” papar Iman.

Untuk masalah siapa yang berkembang, tampaknya memang WiMAX yang selangkah lebih maju. Sebab di Amerika, Verizon Wireless dan NTT Docomo di Jepang sudah mulai mengaplikasikan teknologi canggih ini. Namun bukan berarti LTE akan tertinggal, karena diprediksikan LTE akan tumbuh sebesar 2,1 miliar euro di tahun 2012 dan memiliki 400 juta pelanggan di tahun 2015.

Pemerintah Indonesia pun harus mulai segera berkemas dan mulai menyiapkan kedua teknologi ini bisa segera masuk ke Tanah Air, karena ekosistem penerimalah yang menentukan kesuksesan sebuah teknologi.

“Yang menentukan sebuah teknologi itu sukses atau tidak adalah ekosistem itu sendiri,” tambah Iman menutup penjelasannya.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: